Renungan Harian
Minggu, 3 Januari 2016

MINGU SETELAH TAHUN BARU
TERPUJILAH KASIH KARUNIANYA YANG MULIA
Efesus 1:3-14

Banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini sangat istimewa. Kita bukan orang ‘biasa’ saja, tapi kita adalah umat pilihan Tuhan. Kita semua telah dipilih sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4). Hal ini juga disampaikan Tuhan kepada Yeremia, “sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5). Perjanjian Baru kembali mengatakan bahwa “… kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9). Kriteria Tuhan dalam memilih seseorang sudah pasti berbeda dengan cara manusia memilih. Tuhan tidak akan pernah salah dalam memilih dan ia juga tidak pernah menyesali apa yang telah dipilihNya.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib
1 Petrus 2:9

Sebagai umat pilihan Tuhan kita pun dituntut memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia (Roma 12:2). Rasul Petrus mengatakan, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu” (1 Petrus 1:14-15).

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2

Sebagai pengikut Kristus, kita harus menyadari bahwa hidup yang kita hidupi sekarang ini adalah merupakan kasih karunia Tuhan atas kita. Bukan karena kekuatan kita. Bukan karena hikmat yang ada pada kita, tetapi semuanya semata-mata hanya karena kasih karunia Allah dan berkat Tuhan. Pemberian berkat rohani yang besar dan yang tak terbatas itu adalah supaya kehidupan kita boleh menjadi puji-pujian dan kemuliaan bagi nama Tuhan (Efesus 1:12). Sehingga apapun kehidupan yang kita jalani biarlah semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar