Renungan Harian
Selasa, 26 Januari 2016

Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa!
Mazmur 65:8

Semakin mendekati akhir zaman, tampaknya dunia semakin berpusat pada diri manusia. Dampaknya, masing-masing orang memanfaatkan orang lain untuk memenuhi hasrat dan keinginannya. Setiap hal yang terjadi seolah pengajaran yang harus diikuti dan ditiru. Kehidupan manusia maupun bangsa-bangsa menderu seperti gelombang lautan menyeramkan yang mengancam kehidupan namun tak mungkin dihindarkan. Kesemrawutan menjadi tontonan sehari-hari yang semakin mengasyikkan dan disukai. Kegemparan terjadi dalam segala bidang kehidupan. Setiap orang dipaksa masuk dan ditelan arus deras kehidupan untuk menyerah kalah tanpa perlawanan. Namun bagi seorang yang berpusat kepada Allah akan mempunyai kesadaran diri dan kepekaan yang lebih. Ia dapat bersyukur atas realita yang terjadi. Sebab di dalam semua keriuhan itu, ia melihat jelas kebesaran Allah. Baginya ada petunjuk yang terpampang nyata mengarahkan perjalanan hidup untuk menemukan makna kehidupan sejati. Dia sadar dan mengenali orang-orang yang berkuasa adalah mereka yang memiliki dana yang dapat membeli apa saja. Ternyata mereka adalah orang paling sengsara yang hanya mencari pelarian diri dari ketakutannya. Namun seorang beriman tidak melarikan diri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan sendiri bekerja lebih dari ketakutan yang kita alami. Meskipun korupsi dan segala kejahatan melanda negeri ini, namun kita mampu bersyukur sebagai akibat pengenalan kita akan rencana Allah. Karena kita adalah orang yang benar-benar mengasihi Allah, kita diberitahu apa aktivitas dan rencana Allah. Karena karya Allah yang kita alami, maka kita merayakannya dalam wujud ucapan syukur. Karena itu, sesungguhnya ucapan syukur adalah perayaan perbuatan Allah dalam diri orang percaya.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar