Renungan Harian
Kamis, 28 Januari 2016

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.
Keluaran 7:1-2

Keluaran 7:1-2 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. Engkau harus mengatakan segala yang kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya. Oleh karena umat Israel tidak mendengarkan Musa, ia merasa gagal. Ditambah lagi tugas yang sangat berat, yaitu menghadap Firaun untuk mengatakan agar melepaskan umat Israel pergi dari Mesir (Keluaran 6:9-10). Berangkat dari penolakan (Keluaran 6:8), ia berkeberatan (Keluaran 6:11,29). Hal ini memperlihatkan bahwa Musa lebih bersandar pada akal dan kemampuannya dari pada percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam tugas Musa yang berat, Allah memberikan fungsi yang bersifat ilahi kepadanya, yaitu diangkat sebagai Allah bagi Firaun, sedangkan Harun diangkat menjadi nabi baginya. Hal ini tentu menegaskan bahwa Allah tidak hanya memberi tugas melainkan juga akan membuatnya berhasil. Harun yang diangkat sebagai nabi bagi Musa, menegaskan bahwa akan ada kerja sama dalam pekerjaan Tuhan, mereka akan saling mengisi, saling melengkapi dan saling menguatkan.

Panggilan Allah kepada seseorang untuk menjadi hamba-Nya bersifat mulia. Dalam menjalaninya, memang berat dan sulit sebab berhadapan dengan kekerasan hati orang-orang yang diikat ilah zaman ini (2 Korintus 4:4). Akan tetapi, janganlah takut dan putus asa, ketika menghadapi semuanya itu. Belajar dari Musa, kita tahu bahwa Allah yang menyatakan diriNya dengan memberitahukan NamaNya “Akulah TUHAN” adalah jaminan kepastian penggenapan janjiNya kepada kita umatNya. Dialah TUHAN yang tetap sama, dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya, akan tetap berkarya dan setia membaharui panggilan dan kepercayaanNya kepada kita untuk melaksanakan tugasNya yang mulia. Untuk itu andalkanlah Tuhan dalam segala tugas pelayananmu maka Tuhan akan membuatmu berhasil.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar