Renungan Harian
Minggu, 7 Februari 2016

MINGU ESTOMIHI
ROH YANG MEMERDEKAKAN
2 Korintus 3:12-18;2 Korintus 4:1-2

Kita mengenal tokoh Musa sebagai pemimpin umat Tuhan. Salah satu peristiwa yang cukup dikenang adalah perjumpaannya dengan Tuhan di Gunung Sinai. Dalam perjumpaan itu, Tuhan mengadakan perjanjian dengan umatNya yang dituliskan dalam dua loh batu (Kesepuluh Hukum Taurat). Ketika Musa turun dari gunung Sinai itu membawa dua loh batu itu, wajahnya bercahaya dan memancarkan sinar Tuhan. Melihat itu bangsa Israel sangat mengagumi Musa. Tetapi bangsa Israel tidak mengerti maksud sebenarnya dari Hukum Taurat bahkan memandangnya sebagai beban.

Sampai kedatangan Yesus ke dunia sebagai penggenapan dari janji Allah, mereka tidak dapat menerima Yesus sebagai tokoh yang lebih besar dari Musa. Paulus mengatakan bahwa selubung ini hanya dapat dibuka jika orang menafsirkan hukum itu dengan mengimani Yesus sebagai Kristus dan Juruslamat.

Firman Tuhan berkata (2 Korintus 3:16), jika orang berkeinan membuka selubung dalam dirinya, maka ia harus berbalik kepada Tuhan. Mereka perlu berbalik kepada Tuhan agar selubung hati mereka dibukakan. Dalam hidup yang demikianlah manusia dimerdekakan dan menikmati sukacita serta mengerti bahwa hukum taurat telah digenapai dalam diri Yesus Kristus. Pergumulan hidup seringkali menghampiri kita; baik itu masalah rumah tangga, pekerjaan, ekonomi, keluarga, penyakit, keturunan dsb. Lalu, kita tidak mampu melihat jalan keluar dari pergumulan itu. Kita hanya ingin jalan keluar yang kita kehendaki, tanpa melibatkan Tuhan. Hal ini membuat kita terkungkung. Kita menjadi tidak mampu memancarkan kasih Tuhan. Di tengah kondisi seperti inilah Kita perlu mengundang Roh Allah mendiami hati kita, sehingga kita dibebaskan dari kungkungan dosa, yang menjadi beban dalam hidup ini.

2 Korintus 3:17 - “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan”. Kehidupan manusia tanpa Roh Allah adalah kehidupan yang terbelenggu, terkungkung. Mari buka hati untuk Tuhan dan RohNya akan memerdekakan kita. Ketika kita telah merasakan kehidupan yang telah dimerdekakan Roh Tuhan, nyatakan kemuliaan Tuhan di dalam segala kehidupan kita sehingga kita dapat mewarnai dunia.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar