Renungan Harian
Selasa, 23 Februari 2016

Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.
1 Tawarikh 29:15

Pengakuan Daud ini untuk mempersiapkan Salomo anaknya bagi pembangunan Bait Allah Yerusalem. Benar Daud dan anak-cucu keturunannya, juga semua nenek moyang mereka bahkan semua manusia adalah orang asing dan pendatang di hadapan Tuhan. Pengakuan yang sama juga oleh saudara kita Muslim ketika melaksanakan umroh (naik haji) ke Mekkah. Mereka hanyalah tamu Allah, pendatang atau orang asing yang tidak ada harapan. Hanya bayang-bayang. Mereka bukan pewaris bahkan sama sekali tidak berhak di hadapan Tuhan. Hanya dapat memelas dan memohon belas kasihan Tuhan.

Namun, puji Tuhan; inilah keajaiban Tuhan! Di dalam Yesus telah nyata Allah sendiri datang kepada kita. Allah sendiri menjadi manusia. sama seperti kita. Dia lahir sebagai seorang bayi yang lemah di sebuah kandang domba, lebih hina dari kita. Bukan di istana dengan semarak pasukan malaikat sorga. Dia bahkan mati sebagai orang “terkutuk” di kayu salib lebih hina dari siapa pun juga. Itulah wujud kasih Allah!

Sungguh, betapa Yesus sendiri telah mengambil alih kehinaan dan ketidaklayakan kita, lebih dari segala apapun yang dapat dilakukan manusia. Di dalam Yesus, siapapun telah dilayakkan datang kepada Allah. Bukan di Bait Allah Yerusalem atau Mekkah, tetapi di mana saja Yesus ada. Yesuslah Bait Allah yang sesungguhnya. Oleh-Nya siapa pun kita menjadi layak bagi Allah. Bahkan oleh Yesus kita telah dijadikan anak-anak Allah sama seperti Dia sendiri yang adalah Anak Allah. Karena-Nya kita bukan lagi pendatang atau orang asing atau tamu Allah, melainkan anak yang berhak dan pewaris harta milik Allah yakni hidup kekal di sorga.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar