Renungan Harian
Kamis, 17 Maret 2016

Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
Mazmur 22:11

Ketika kita mengalami pergumulan; dicemooh, diolok·olok dan dicibir oleh musuh, pastilah kita membutuhkan pertolongan orang lain. Pemazmur mengalami hal yang serupa, ia berseru-seru kepada Allah memohon pertolongan, namun yang ia rasakan adalah seakan-akan Allah “tidak ada”. Daud pun bertanya kepadaNya “AIIahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Mazmur 22:2) Namun pemazmur tidak mau tinggal berlama-lama dalam keadaan seperti itu, kesadaran tertingginya menyadarkan Daud tentang siapa ia dihadapan Tuhan.

Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Mazmur 22:2

Kekayaan, jabatan bahkan kebaikan bukanlah jaminan bagi seseorang kalau ia akan terbebas dari masalah. Demikianpun Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kepada murid-muridNya atau kepada orang-orang yang percaya, bahwa kita di dunia ini tidak akan menghadapi masalah atau pergumulan. Namun satu hal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang percaya ialah bahwa Ia akan selalu menyertai sampai akhir jaman (Matius 28:20).

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Matius 28:20

Melalui Mazmur 22:11 ini kita dapat mengetahui bagaimana hubungan Daud dengan Allah, Daud sebagai orang yang telah diserahkan kepada Allah sejak dalam kandungan ibunya dan Ia sebagai pemiliknya menjadi Allah bagi Daud. Meskipun musuh-musuh Daud itu sangat banyak dan ganas namun Daud tidak takut karena Allah selalu hadir sebagai pembela baginya, ia dijaga dan dipelihara.

Dalam pergumulan hidup ini, kitapun mengalami seperti yang dihadapi oleh Daud, kita mencari, memohon, menangis, berseru kepada Allah namun Allah seperti “tidak ada”. Namun kesaksian Daud pada ayat ini menegaskan kepada kita meskipun kita lemah dan hina, musuh dan pergumulan yang merongrong kita sangat ganas, kita adalah milik Allah, bagiNya kita berharga, Ia memelihara, menjaga dan menjadi pembela bagi kita asal kita percaya dan menjadikanNya sebagai sandaran hidup.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar