Renungan Harian
Selasa, 22 Maret 2016

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
1 Tawarikh 29:11

Raja Daud bernyanyi memuji Tuhan di depan jemaah Israel saat mengumpulkan persembahan umat untuk pembangunan Bait Allah oleh anaknya, Salomo. Ia mempersiapkan bekal itu sebelum ia meninggal dunia dan Salomo masih sangat muda. Ia sendiri telah mengumpulkan segala jenis barang berharga dari harta kekayaannya. Semua puak dari kedua-belas suku Israel dengan sukarela menyerahkan harta milik mereka kepada Tuhan. Maka Daud bernyanyi di hadapan mereka, dan bersama-sama memuji-muji Tuhan. Sebab semua harta kekayaan itu semata-mata adalah kemurahan Tuhan yang dilimpahkan kepada mereka.

Kerelaan seperti itu lahir dari pengenalan akan berkat-berkat Tuhan, bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu yang dimiliki. Semata-mata hanya oleh kemurahan Tuhan belaka segala sesuatu harta benda dan kekayaan dapat kita miliki. Atas dasar kesadaran seperti itulah kita juga menyatakan dalam nyanyian persembahan, “Tuhan, karunia-Mu roh dan jiwaku semua. Nyawa juga hidupku, harta milikku semua! Kuserahkan pada-Mu untuk s’lama-lamanya!” Setiap menyanyikan ini pada Ibadah Minggu membuat bulu kuduk di tengkuk kita seperti berdiri, sehingga kita tidak sanggup menjadi sombong dan tinggi hati di hadapan Tuhan.

Tuhan, karunia-Mu roh dan jiwaku semua. Nyawa juga hidupku, harta milikku semua! Kuserahkan pada-Mu untuk s'lama-lamanya!

Pengakuan itu adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberikan sukacita yang sangat mendalam bagi siapa saja untuk mempersembahkan harta miliknya kepada Tuhan. Sebab kita sadar bahwa semuanya apa yang ada pada kita sesungguhnya adalah milik Tuhan, dan harus kembali atau dikembalikan kepada Tuhan. Termasuk nyawa dan roh kita, pada waktunya juga harus diserahkan kembali kepada-Nya. Karena itu alangkah bersyukurnya kita apabila masih diperkenankan Allah memakai milik-Nya itu selama kita hidup di dunia ini.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

           

        


Komentar