Renungan Harian
Rabu, 30 Maret 2016

Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
Daniel 9:7

Daniel pasal 9 ini adalah rencana Allah, yang membicarakan mengenai pemulihan Israel. Pasal 9 ini terdiri dari dua bagian besar yaitu: doa Daniel (Daniel 9:1-19) dan Pewahyuan Tuhan (Daniel 9:20-27). Daniel melakukan 2 hal yang sangat penting, yaitu: belajar Kitab Suci sungguh-sungguh, dan kehidupan doa. Firman dan doa adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan rohani orang Kristen untuk memahami apa yang dikehendaki Tuhan. Doa ini terdiri dari 2 bagian: 1). Pengakuan dosa dan bahwa pembuangan Israel adalah akibat dosa umat Tuhan (Daniel 9:4-14), 2).Memohon anugerah dan bel as kasihan Tuhan (Daniel 9:15-19).

Doa adalah juga suatu cara atau alat anugerah untuk mengenal kehendak Tuhan. Sebab itu isi doa, kesungguhan berdoa dan kualitas doa jauh lebih penting daripada cara berdoa. Doa orang benar (Yakobus 5:16) selalu berkaitan dengan firman Tuhan. Janji Tuhan adalah pegangan doa orang benar. Doa yang sungguh muncul sesuai dengan kehendak Tuhan (1 Yohanes 5:14,15) di nyatakan di dalam kehidupan orang percaya. Tuhan mendengar doa orang benar. Kita harus sungguh-sungguh berdoa dengan berpegang pada janji Tuhan.

Penyelidikan yang saksama terhadap firman Allah membuat Daniel memberi respons dengan berdoa sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung bagi bangsanya (Daniel 9:2-3).

Doa Daniel dalam pasal ini mengandung berbagai prinsip penting tentang doa. Terutama, kehidupan doa kita perlu disertai dengan pembacaan dan penyelidikan firman Tuhan, sehingga doa kita merupakan respons terhadap kehendak Allah.

Daniel menyatakan sikap yang menunjukkan pertobatan dengan mengatakan “patutlah kami malu” (Daniel 9:7,8). Daniel menyatukan dirinya dengan umat Allah yang dia doakan! Pertobatan dan permohonan pengampunan kepada Allah yang diajukan oleh Daniel (Daniel 9:19) tidak didasarkan pada kondisi (kebaikan) dirinya atau kondisi (kebaikan) umat Allah saat itu (Daniel 9:18), bukan berdasarkan jasa-jasa kami, melainkan didasarkan pada karakter Allah (Daniel 9:9).

Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, .. (Daniel 9:16) … sesuai dengan belas kasihan-Mu, (Daniel 9:18) … berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah.



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar