Renungan Harian
Selasa, 5 April 2016

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
1 Korintus 15:57

Hidup adalah perjuangan. Manusia hidup harus berjuang. Berjuang tentulah untuk menang. Perjuangan apa pun itu pasti menuntut pengorbanan. Untuk menang harus ada korban. Bisa korban tenaga. Korban waktu. Korban dana. Juga korban perasaan. Demi sebuah kemenangan semua korban harus diperhitungkan. Jangan sampai terjadi nilai korban lebih besar dari tujuan yang hendak dicapai. Jika demikian, itu namanya kebodohan. Sebaliknya, jangan pernah terjadi orang lain yang dikorbankan. Sebab itu adalah kejahatan. Maka Tuhan sendiri akan menjadi lawan. Hukum negara pun pasti akan dijatuhkan.

Namun ada yang aneh dalam kekristenan. Bagi banyak orang mungkin tidak masuk akal. Bahwa ada kemenangan yang bukan hasil perjuangan orang yang bersangkutan. Yakni: Allah sendiri yang berjuang dan memberikan kemenangan kepada kita. Itulah yang disebut anugerah. Itu namanya “hadiah” bukan hasil perjuangan. Itulah yang dinyatakan Allah di dalam Yesus. Allah memberikan kemenangan kepada kita melawan dosa dan kuasa maut, musuh terbesar yang paling menakutkan manusia. Caranya: Yesus, Putra-Nya, “dikorbankan” sebagai ganti kita, sehingga tidak lagi kepada kita ditimpakan dan dituntut Allah segala hukuman atas dosa kita.

Betapa berharganya kita bagi Allah! Hadiah yang diberikan pun sesuatu yang tidak mungkin dapat dicapai manusia, siapa pun dia; kecuali pemberian atau anugerah-Nya, yakni hidup kekal di dalam sorga. Karena itu dan untuk itulah kita harus tetap bersyukur dan menyaksikannya sepanjang hidup kita.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar