Renungan Harian
Rabu, 6 April 2016

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung
Yesaya 61:1-2

Tuhan Yesus mengatakan semua yang dinyatakan dalam Yesaya 61:1-2 telah digenapi dalam Diri-Nya. Karya-Nya menjadi keselamatan bagi Israel maupun dunia. Dengan mengutip kedua ayat tersebut, lalu Yesus berkata, “Pada hari ini, genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lukas 4:21)

Yesus adalah pemenuhan berita penyelamatan. Dia adalah Kabar Baik itu. Yesus mewujudnyatakan nubuat nabi Yesaya. Kita dibebaskan dari belenggu dosa. Oleh iman kepada-Nya, kita diangkat menjadi anak anak Allah. Kita diberi Roh-Nya yang bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak anak Allah (Roma 8:15; Kisah Para Rasul 1:8), untuk memberitakan keselamatan itu kepada semua orang melalui tindakan kita, di mana dan dalam situasi apapun (Yesaya 61:1,9; Mazmur 126:2-3). Kita menjadi saksi akan kebaikan Allah. Karenanya hidup kita menjadi terarah kepada orang lain.

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Roma 8:15

Di sekitar kita begitu mudah ditemui orang-orang yang terhimpit oleh berbagai macam penderitaan: kesulitan ekonomi, sakit-penyakit, kekurangan pangan, dan sebagainya. Tidak sedikit dari mereka yang tidak berdaya dan putus asa. Siapakah yang harus memberitakan kabar baik bagi mereka?

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kisah Para Rasul 1:8

Inilah panggilan kita sebagai hamba-Nya, yaitu gereja sebagai persekutuan orang-orang percaya. Sudahkah kita mengerjakan tugas ini dengan baik?



Beritakan Kabar Baik

           

        


Komentar