Renungan Harian
Minggu, 17 April 2016

MINGGU JUBILATE
TERPUJILAH ALLAH, DIALAH RAJA DAN TUHAN SEMESTA ALAM
1 Tawarikh 16:31-36

Bersyukur dan memuji Tuhan sebenarnya bukan hal baru bagi kehidupan kekristenan. Namun untuk selalu bersyukur bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, apalagi jika kita sedang berduka dan dalam kesusahan atau pergumulan hidup. Jika kita bercermin pada Alkitab, banyak tokoh yang tetap bersyukur dan memuji Tuhan sekalipun masalah menghadang mereka.

Ayub memuji Tuhan meski mengalami penderitaan (Ayub 1:20-22). Daud, ketika dikejar, hendak dibunuh oleh Saul dan terjebak di dalam gua, dia memuji Tuhan dan bermazmur. (Mazmur 57:1-12) Paulus dan Silas dipasung dalam penjara, berdoa dan menyanyikan pujian kepada Tuhan. Terjadilah gempa dan semua pintu dan belenggu terbuka. Terjadilah pertobatan kepala penjara dan keluarganya (Kisah Para Rasul 16:19-40).

Dalam segala situasi Tuhan tetap menyertai umat-Nya. Tuhan itu baik, meski kita berada dalam kesulitan dan seakan tidak mungkin untuk dilalui. Dia adalah Allah yang tidak pernah berubah. Karena itulah, dalam kondisi sulit sekalipun marilah kita mengucap syukur.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
2 Timotius 1:3

Paulus berulang kali menyatakan bahwa diri nya dipenuhi ucapan syukur meski dalam penderitaan berat. “Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku.” (2 Timotius 1:3).

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Yesaya 49:16

Banyak hal yang bisa terjadi di dunia ini, namun kita harus tetap percaya, bersyukur dan memuji Tuhan. Tuhan mengasihi kita lebih dari apapun. Bahkan setiap helai rambut di kepala kita pun dihitung-Nya. (Matius 10:30). Dia telah melukiskan kita dalam telapak tangan-Nya dan kita selalu ada di ruang mata-Nya. (Yesaya 49:16). Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Yesaya 49:16


Beritakan Kabar Baik

           

           


Komentar