Renungan Harian
Rabu, 27 April 2016

Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.
Titus 3:9

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7)

“Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)

Sering terjadi perselisihan yang picik, juga di gereja, atas hal-hal yang tidak jelas. Banyak pertanyaan yang tidak penting dan diskusi yang tidak menambah pengetahuan maupun kasih. Betapa bodohnya kita menabur di tanah yang gersang. Pertanyaan yang tidak alkitabiah mengenai misteri milik Allah, nubuat yang tafsirannya meragukan, juga cara pelaksanaan adat-istiadat, semua itu bodoh, dan orang-orang bijak akan menghindarinya. Bukan tugas kita bersoal-jawab hal-hal yang bodoh, sebaliknya harus dihindari.

jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
Titus 2:10

Jika kita amati ajaran para rasul, kita diingatkan untuk bersungguh-sungguh dalam pekerjaan yang baik dan disibukkan oleh hal yang bermanfaat, sehingga tidak lagi mengurusi soal yang tidak berharga, penuh tengkar dan percuma. Namun pertanyaan-pertanyaan yang tidak boleh dihindari: Apakah aku percaya Tuhan Yesus Kristus? Sudahkah aku dibaharui di dalam roh dan pikiranku? (Efesus 4:23) Apakah aku tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh? (Roma 8:4) Apakah aku bertumbuh dalam kasih karunia? (2 Petrus 3:18) Apakah percakapanku memuliakan Allah? (Titus 2:10) Apakah aku menantikan kedatangan Tuhan seperti seorang pelayan menantikan tuannya? Apalagi yang dapat aku lakukan untuk Yesus?

Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
2 Petrus 3:18

Hendaklah kita menghindari perbantahan yang tidak perlu, dan mengkritik demi pelayanan yang lebih bermanfaat. Sebagai pembawa damai, kita berusaha menuntun orang lain melalui pengajaran maupun sikap keteladanan dan menghindari persoalan yang dicari-cari dan kebodohan.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar