Renungan Harian
Sabtu, 30 April 2016

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
Ulangan 32:10

Mata adalah satu dari panca-indera kita yang fungsi amat penting. Mata amat berharga bagi kita semua. Tanpa mata kita tidak dapat melihat keindahan ciptaan Tuhan. Namun jauh lebih dari itulah pentingnya kita bagi Tuhan, sehingga kita disebut sebagai “Biji Mata Tuhan”.

Yang dimaksud biji mata Tuhan itu awalnya adalah umat Israel. Tuhan mendapati mereka di tengah ketandusan padang gurun dan belantara, simbol tidak adanya kehidupan, kecuali ancaman dan auman singa yang siap memangsa. Tapi Tuhan menjaga dan memelihara mereka seperti biji mata-Nya.

Kini yang dimaksud dengan biji mata Tuhan adalah kita yang percaya kepada-Nya. Kita didapati-Nya terkungkung dalam dosa di “padang gurun dan belantara” dunia yang tandus dan gersang serta “auman” singa duniawi yang siap menerkam dan mencelakakan kita. Namun, Tuhan menjaga kita sebagai biji mata-Nya. Adakah orang yang membiarkan rusak matanya sendiri? Tentu saja tidak.

Sebagai biji mata Tuhan, Tuhan sendiri memberi jaminan perlindungan yang luar biasa atas kita. Maka janganlah kuatir, ragu dan takut menapaki hidup ini, asal kita berjalan bersama Tuhan. Dia senantiasa ada bersama kita, mengawasi, melindungi serta memagari kita dengan kasih setia-Nya. Terpujilah Tuhan.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar