Renungan Harian
Selasa, 10 Mei 2016

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
2 Korintus 3:5

Mengerjakan pekerjaan Allah? Tidakkah itu berlebihan? Memangnya siapakah kita? Kita hanyalah manusia. Manusia yang tidak luput dari dosa dan noda. Bagaimana mungkin kita dapat mengerjakan pekerjaan Allah? Itulah pertanyaan yang muncul dalam hati merenungkan pekerjaan seorang hamba Tuhan.

Hamba Tuhan adalah seorang yang membuat hidup orang lain menjadi “surat Kristus”. Pekerjaannya adalah menulis di atas kehidupan manusia, bukan di atas kertas. Bukan pula dengan tinta atau alat tulis lainnya, melainkan dengan firman Tuhan. Setiap kata dan ucapannya diserap oleh para pendengarnya dan disimpan di dalam hati. Pekerjaannya sendiri pun juga adalah surat terbuka yang membuat setiap orang bahkan yang buta sekali pun dengan mudah dapat membacanya, sehingga membuat semuanya memuji Allah.

Pekerjaannya adalah mengerjakan pekerjaan Allah. Dia mengerjakan apa yang tidak sanggup dikerjakan manusia. Hidupnya hanya untuk orang lain. Yang dia kerjakan adalah membuat orang lain hidup memuji-muji dan menyembah Tuhan. Sesungguhnya dia tidak punya kelebihan dari orang lain pada umumnya. Namun atas perkenanan Tuhan, dia dimampukan dan bersedia membelakangkan keakuan serta segala kepentingan diri sendiri. Hanya karena dilayakkan oleh Tuhan saja ia mampu berdiri dan melakukan setiap pekerjaannya di hadapan Tuhan.

Sesungguhnya hanya Roh Tuhan sendirilah yang bekerja dan berkuasa baik atas diri setiap hamba Tuhan mau pun atas setiap orang yang mendengar dan menerima firman Tuhan yang disampaikannya. Tanpa itu, tidak akan pernah ada orang yang disebut orang percaya.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar