Renungan Harian
Rabu, 18 Mei 2016

Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
Imamat 19:2

Kata “kudus” dalam bahasa Ibrani (קדוש - baca: qadosy) mempunyai dasar pemahaman yang sama dalam bahasa Yunani (ἅγιος - baca: hagios), berarti: terpisah, dikhususkan, diistimewakan, berbeda dari apa pun. Bila Allah disebut kudus, itu artinya Dia terpisah, dikhususkan, sangat berbeda, spesial, dan istimewa dari semua yang ada. Menguduskan Allah berarti memisahkan, mengkhususkan dan mengistimewakan Dia dari apa dan siapa pun.

Orang yang menguduskan Allah berarti ia memilih hanya Allah saja secara khusus, diistimewakan, dipisahkan dari yang lain untuk disembah, dimuliakan dan satu-satunya untuk tempat bergantung. Ketika seseorang menguduskan Allah maka secara otomatis ia akan memisahkan atau menjauhkan diri dari hal-hal yang selain Allah, khususnya yang dibenci-Nya, yakni dosa. Sebaliknya orang itu hanya akan menyenangkan hati Allah dengan melakukan kehendak-Nya.

Kudus dihubungkan dengan suci, murni dan bersih dari dosa, yang merupakan akibat dari adanya hubungan baik dengan Allah. Hidup kudus di hadapan Allah berarti kita dipisahkan dari dunia menjadi milik Allah, sehingga hidup sesuai dengan maksud dan rencanaNya; mau dipakai sebagai alat di tangan-Nya di tengah-tengah masyarakat.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
1 Yohanes 4:8

Perintah hidup kudus dalam Imamat 19, sangat erat kaitannya dengan melakukan tindakan kasih. Orang yang mengasihi atau menguduskan Allah mau tidak mau harus memberlakukan kasih-Nya. Karena Allah itu adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Dalam Matius 5:48, Yesus katakan , “Haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di Sorga adalah sempurna”. Sejajar dengan Imamat 19:2, “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu kudus.” Juga Ulangan 18:13, “Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.”

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
Matius 5:48
Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.
Ulangan 18:13

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar