Renungan Harian
Sabtu, 4 Juni 2016

Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
Roma 9:16

Mengapa Tuhan memilih Israel menjadi umat-Nya? Mengapa kepada Ribka, ketika mengandung dan sebelum melahirkan Esau dan Yakub, Tuhan berfirman: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda?” Apakah Allah tidak adil? Inilah kehendak Allah yang bebas dan mutlak. Allah berdaulat atas segala sesuatunya. Semua adalah kemurahan hati-Nya.

Pilihan tersebut murni kemurahan hatiNya. Kedaulatan-Nya tidak tergantung pada kehendak atau kondisi manusia. Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menegarkan hati siapa saja yang di kehendaki-Nya. Israel dipilih Tuhan menjadi umat kesayangan-Nya bukanlah oleh kebaikan ataupun karena usaha mereka, tetapi semata-mata kemurahan hati-Nya.

Keselamatan adalah anugerah Allah bagi semua orang, baik orang Israel maupun non-Israel. Meski masa lalu Rahab kelam, namun dia beroleh kemurahan Tuhan. Namanya tercatat sebagai salah satu saksi iman. Sesungguhnya kita semua adalah manusia berdosa. Tidak ada kita yang layak di hadapan-Nya. Namun Tuhan penuh kasih. Oleh kemurahan hati-Nya kita dilayakkan-Nya.

Seburuk apapun masa lalu kita, kita disambut-Nya bila datang kepada Tuhan dan bertobat. Tidak seorangpun di antara kita yang benar, kecuali dibenarkan oleh Dia. Itu semua adalah kemurahan Tuhan semata. Maka biarlah kendali hidup kita ada di tangan Tuhan. Dia bekerja seluas-luasnya membentuk hidup kita untuk menerima kemurahan-Nya, sekaligus supaya kita pun menjadi orang yang bermurah hati bagi sesama.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar