Renungan Harian
Senin, 6 Juni 2016

Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
Yesaya 5:6

Begitu baik Tuhan terhadap umat pilihan-Nya Israel yang telah memberikan dan menempatkan mereka di tanah perjanjian. Mereka diibaratkan seperti kebun anggur yang dirawat dan dipelihara-Nya dengan baik supaya tetap indah dan berhasil. Namun apakah yang terjadi? Perilaku mereka selalu bertentangan dan memberontak melawan kehendak-Nya, sehingga Tuhan marah.

Dalam kemarahanNya itu Tuhan mengatakan bahwa kebun anggur itu akan ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; serta memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Jika demikian pastilah kebun anggur itu akan rusak dan tidak akan menghasilkan buah yang baik. Kebun anggurnya dihukum oleh karena perilaku sendiri tidak menuruti kehendak Tuhan.

Nas ini mendorong kita untuk mengenal dan selalu mengakui kebaikan Tuhan yang diberikan kepada kita. Jika kita tidak menghargai serta menghormati Dia, dalam kemarahan Ia akan membiarkan kita rusak dan hancur. Untuk itu janganlah kita sia-siakan kebaikan Tuhan supaya Ia terus menyertai dan memelihara hidup kita. Hidup di bawah pemeliharaan dan kebaikan Tuhan, itulah hidup yang berhasil dan terberkati.

Betapa indahnya jika kita sungguh menikmati berkat Tuhan di dalam sukacita serta hidup bersama Dia. Namun celakalah yang tidak peduli kehendak dan firman Tuhan. Tentunya kita tidak seperti itu. Maka marilah kita senantiasa menyerahkan hidup sepenuhnya dalam pemeliharaan Tuhan.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar