Renungan Harian
Kamis, 9 Juni 2016

Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Markus 2:16-17

Saat melintas dari rumah cukai, Yesus melihat Lewi dan berkata, “Ikutlah Aku!” Lalu Lewi mengikuti-Nya dan Yesus diajak makan bersama di rumahnya bersama para pemungut cukai lainnya. Melihat itu para ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Tetapi Yesus berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Yesus datang untuk mencari orang berdosa bukan orang benar. Ungkapan ini menekankan misi Tuhan Yesus datang ke dunia. Ia datang untuk melakukan pembenaran bagi manusia, menyembuhkan dan memulihkan mereka. Pemungut cukai sangat dibenci dan dikucilkan oleh masyarakat Yahudi, dan dianggap kotor dan berdosa, juga penghianat bangsa, karena bekerja bagi penjajah Romawi mengumpulkan pajak dari orang-orang Yahudi.

Sikap seperti orang Farisi ini juga sering menghinggapi kita, mengucilkan orang-orang bersalah, seperti eks narapidana, mantan pelacur, dan orang berdosa lainnya; menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak dapat dipercaya. Sikap Yesus justru mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan, membuka pintu rekonsiliasi dan rehabilitasi. Marilah kita meniru keteladanan Yesus, membuka pintu hati dan menawarkan persahabatan dengan sesama, meski masa lalunya kelam.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

           

        


Komentar