Renungan Harian
Selasa, 28 Juni 2016

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yohanes 14:27

Setiap orang melakukan sesuatu atau sebaliknya tidak melakukan sesuatu sama sekali, pasti punya tujuan. Motivasi dalam diri seseorang berwujud dalam perilakunya sehari-hari. Ada yang menampakkan perilaku baik dan bijak bestari, ada pula yang berperilaku jahat bahkan bejat, tidak manusiawi, lebih jahat dari binatang buas. Apa pun perbuatan orang, yang kelihatan mau pun motivasi yang tersembunyi di baliknya, tidak akan dapat menikmati damai sejahtera tanpa membuka dirinya pada pemberian Tuhan.

Apa yang dilakukan manusia adalah buah dari dirinya yang telah dicemari dosa. Sebab dosa bukanlah sekadar suatu kesalahan yang diperbuat. Yang tidak diperbuat pun juga dosa. (Baca: Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Lukas 6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.)

Dorongan hati atau pikiran juga telah dicemari dosa. Sebab hati nurani dan pikiran serta perasaan manusia tidak dapat selaras dan serasi dengan Sang Damai, tanpa menerima Dia, Sang Damai itu sendiri. Yesus adalah Raja Damai, Sang Damai sorgawi yang telah memberikan diri-Nya sendiri bagi semua orang, siapa saja, tanpa kecuali. Hanya di dalam dan oleh Dia ada damai sejati. Karena itu terimalah Dia dan hiduplah di dalam-Nya. Maka hidup kita akan dipenuhi damai sejahtera abadi.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

           

        


Komentar