Renungan Harian
Sabtu, 9 Juli 2016

Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi
2 Korintus 1:9-10

Nas ini merupakan ungkapan syukur Paulus kepada Allah. Mengapa? Paulus bersama rekan sekerjanya penginjil mengaku bahwa Tuhanlah yang menguatkan batin dalam setiap kesukaran yang mereka alami. Mereka mengalami penderitaan yang amat hebat di Asia, hingga tidak berharap lagi dapat hidup (2 Korintus 1:8). Namun Paulus mengaku, bahwa hal itu terjadi, justru agar mereka tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan agar bersandar kepada kekuatan Allah yang berkuasa membangkitkan orang mati.

Itulah maksud nas ini. Bahwa Tuhan telah menyelamatkan mereka dari kematian yang begitu mengerikan. Begitu juga dengan kita. Allah berkuasa menyelamatkan kita dari segala jenis ancaman kematian yang mengerikan. Kematian bukanlah kata terakhir bagi orang beriman.

Firman ini juga menyerukan agar kita dengan sepenuh hati menaruh pengharapan kepada Tuhan. Kesulitan bisa saja akan selalu ada. Namun, keselamatan dari Tuhan senantiasa tersedia. Kristus telah mengalahkan kuasa kematian dan maut. Meski sengatnya masih ada, namun bisa sengat itu sudah dilumpuhkan (dilemahkan). Persoalan apapun yang kita alami, tetaplah kita menaruh pengharapan di dalam Dia, Yesus Kristus, yang telah menyelamatkan kita, dan akan senantiasa menyelamatkan kita yang percaya kepada-Nya.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

           

        


Komentar