Renungan Harian
Sabtu, 16 Juli 2016

datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Markus 5:22-24

Yairus, seorang Kepala rumah ibadat, datang bersembah sujud kepada Yesus, agar kiranya berkenan meletakkan tangan-Nya kepada anaknya yang sedang sakit agar selamat dan hidup. Yesus pun pergi. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Namun di tengah jalan, datanglah keluarga Yairus mengatakan, “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” Yesus tidak menghiraukannya dan berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja!” Ketika tiba di rumah Yairus, Yesus berkata kepada anak itu: “Talita Kum!” (Hai anak, bangunlah). Anak itu pun bangkit berdiri dan berjalan.

Iman seorang ayah menjadi jalan melepaskan anak dari penyakit bahkan kematian. Tuhan adalah sumber kesembuhan dan kebangkitan. Meski seorang yang sibuk, Yairus tetap memperhatikan masa depan keluarganya. Dia menunjukkan kerelaan hati berkorban demi anaknya. Itulah yang harus terus kita pelihara di Tahun Keluarga HKBP 2016 ini, terutama demi masa depan generasi muda, kita kawal dengan iman percaya kita. Yesus Kristus berkuasa menyembuhkan segenap penyakit kita, bahkan dalam berbagai kesesakan duniawi yang sering menghimpit kehidupan keluarga kita.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar