Renungan Harian
Rabu, 7 Desember 2016

Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?
Pengkhotbah 3:22

Bergembira atau bersukacita adalah keinginan dari semua orang. Tetapi banyak orang salah jalan pikiran untuk mencapai kegembiraan dan sukacita. Mereka berpikir kegembiraan dan sukacita itu diperoleh kalau banyak uang atau harta. Mereka bekerja keras dan melakukan apa saja supaya memperoleh banyak harta. Kenyataannya sesudah itu diperoleh, tidak juga bisa gembira atau bersukacia. (Pengkhotbah 6:2; Yeremia 17:11)

orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.
Pengkhotbah 6:2
Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.
Yeremia 17:11

Rahasianya tertulis dalam Yohanes 15:10-11: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacltamu menjadl penuh.” Kata kuncinya adalah menuruti perintah Tuhan. Dalam setiap pekerjaan terapkanlah perintah untuk “mengasihi Tuhan dan sesama”. Besarnya pekerjaan bukan ditentukan oleh yang kelihatan oleh mata tetapi seberapa banyak kasih ada dalam pekerjaan itu.

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
1 Korintus 2:12

Satu lagi kata kunci yang memberi sukacita besar adalah jika kita melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana Allah dalam penciptaan-Nya atas diri kita (1 Korintus 2:12), sehingga kita bekerja seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23-24: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Inilah kebahagiaan sejati yang diperlihatkan Allah kepada kita.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar