Renungan Harian
Jumat, 9 Desember 2016

Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: "Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku.
Bilangan 22:18

Ada orang yang tidak terlalu memikirkan efek negatif perbuatan yang dilakukannya karena sesuatu yang sangat menggiurkan. Sulit baginya mengatakan “tidak” atas tawaran yang menguntungkan, walau pun sesungguhnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam nas ini kita belajar dari Bileam akan sebuah tawaran hadiah besar. Dia katakan bahwa dengan menerima hadiah emas dan perak yang ditawarkan raja Balak, berarti telah melanggar titah Tuhan. Bileam mendapat karunia dari Tuhan seperti “si pahit lidah.” Jika dia berkata kutuk, maka akan terjadi seperti yang dikatakannya.

Bileam menolak emas dan perak, walaupun sebanyak seistana penuh. Ia tidak akan mengutuki umat Tuhan. Pada awalnya memang Bileam begitu teguh pendiriannya, tidak mau tergoda dengan banyak harta yang ditawarkan. Namun kemudian dia jatuh pada godaan pemberian raja Balak tersebut.

Jika posisi kita seperti Bileam, kita tidak perlu takut (Yesaya 41:14-20). Sebaiknya kita minta tolong kepada Yesus supaya kita dimenangkan (BE 246:1). Di dalam Dia ada berlimpah kebaikan (Rom 15:14-21) yang jauh lebih baik dan berharga dari emas dan perak pemberian Balak.

Patut kita percaya sebab tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun kita juga bisa jatuh dan gagal seperti Bileam, jika kita merasa harta, emas dan perak lebih berharga dari firman Tuhan. Supaya kita sadar, bahwa emas dan perak tidak akan bisa menjamin hidup di hadapan Tuhan.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar