Renungan Harian
Minggu, 21 Februari 2016

MINGGU REMINISCERE
BERDIRILAH DENGAN TEGUH DALAM TUHAN
Filipi 3:17-21;Filipi 4:1

Pada umumnya kita mau meniru perbuatan orang lain. Baik itu teman dekat, orang yang menjadi idola kita, orang tua dan sebagainya. Amsal 13:20 berkata bergaul dengan orang bijak, menjadi bijak, sebaliknya berteman dengan orang bebal menjadi malang. Oleh sebab itu kita perlu bijaksana dalam bergaul, supaya kita menjadi terang dan garam dunia.

Paulus menyampaikan teladan yang baik, sehingga ia meminta jemaat Filipi untuk mengikuti teladannya. Sebelumnya ia menekankan supaya mengikuti teladan Yesus Kristus. Dengan demikian teladan yang sesungguhnya adalah Kristus. Paulus mengingatkan tentang adanya orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus yaitu mereka yang hidupnya bertentangan dengan Injil. Mereka tidak mau menyangkal diri dan tidak mau pikul salib. Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka adalah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (Filipi 3:19). Sehingga mau melakukan apa saja, demi keuntungan dan kesenangan duniawi mereka. Maka kata Paulus mengingatkan, jika umat hanya mencintai dan mengupayakan hal-hal jasmani atau duniawi yang diperlukan bagi kehidupan manusia sesaat, itu berarti mengabaikan keberadaannya yang memiliki kewargaan surgawi.

Orang yang percaya adalah warga kerajaan surga yang hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Surga. Hidup seturut dengan kehendak Tuhan, memikul salib dan mau menyangkal diri dalam menghadapi hidup ini, Paulus senantiasa mendorong jemaat untuk tetap teguh di dalam Tuhan meskipun mengalami situasi yang sulit (Filipi 4:1). Jangan mudah terpengaruh dengan kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai orang yang telah dibaharui oleh Kristus Yesus, Paulus menunjuk dirinya untuk diteladani. Dia pantas diteladani karena hidupnya sesuai dengan kehendak Kristus dan senantiasa berdiri teguh dalam Tuhan, walaupun menanggung banyak derita, sambil berpengharapan penuh menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Kita juga harus tetap teguh di dalam iman walaupun situasi yang kita hadapi tidak menentu bahkan penuh dengan pergumulan atau penderitaan. Kita harus selalu ingat bahwa penderitaan yang kita alami sekarang ini adalah suatu proses menuju pemuliaan di surga kelak. Agar kita dapat berdiri teguh di dalam Tuhan mari kita setia dan tekun membaca dan belajar Firman Tuhan serta banyak berdoa (Matius 26:41).

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Matius 26:41


Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar