Renungan Harian
Kamis, 14 April 2016

Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.
Markus 3:35

Mungkin kita pernah sangat terharu mendengar atau menyaksikan kisah seorang anak kecil yang tidak memiliki keluarga. Atau seorang nenek tua renta yang hidup sebatangkara tidak memiliki rumah. Pepatah bahasa Inggris mengatakan “Home sweet home” menggambarkan rumah bukan hanya bangunan tempat tinggal semata melainkan tempat yang nyaman dan aman di dunia.

Kenyamanan bukan hanya karena fasilitas yang cukup melainkan karena ada anggota keluarga yang dikasihi dan yang mengasihi, yang mengerti dan menerima kita apa adanya. Hal ini terjadi karena setiap anggota keluarga satu sama lain saling berhubungan dan bertumbuh-kembang bersama.

Yesus menyampaikan pemahaman baru tentang keluarga. Bahwa barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah keluarga Yesus. Yesus tidak membatasi anggota keluarga-Nya berdasarkan hubungan darah atau kekerabatan saja. Yesus tidak memandang golongan dan status sosial atau suku bangsa. Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dia adalah keluarga kerajaan Allah. Yesus adalah Anak Allah. Gereja sebagai persekutuan umat Allah adalah keluarga Allah. Namun sebutan itu tidak berarti apa-apa jika kita tidak membangun hubungan yang baik dengan Allah.

Mengenal kehendak Allah dan membangun hubungan yang akrab dengan Allah pada gilirannya harus juga ditindaklanjuti dengan melakukan kehendak-Nya sebagai bukti kita ini satu keluarga dengan Allah. Sebagai anggota keluarga Allah, marilah kita saling mengasihi.

Amin!



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar