Renungan Harian
Jumat, 18 Maret 2016

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesaya 55:10-11

Banyak orang berpikir bahwa melakukan suatu tugas hanya untuk membebani hidupnya. Hari ini firman Tuhan menyapa kita bahwa firman Tuhan yang ditaburkan akan bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika Tuhan memanggil umatNya untuk bertobat, itu bukan untuk mengurangi kebahagiaannya melainkan hendak melimpahi mereka dengan segala berkat yang terbaik agar mereka memiliki hidup yang penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan sebab di tangan-Nyalah kemuliaan (Ibrani 2). Dia berjanji siapa saja yang menyambut undangan tersebut akan menikmati hidup yang lebih baik daripada yang selama ini mereka alami.

Demikian pula sampai saat ini umatNya dipanggil menjadi alatNya untuk menyelamatkan bangsa-bangsa. Allah menuntut respons segera yang benar dari umat-Nya terhadap undangan tersebut. Umat-Nya harus mencari Allah dan meninggalkan dosa mereka agar pengampunan-Nya berlaku dan pemulihanNya dinyatakan. Cara Allah ini tidak selalu dimengerti umat-Nya, tetapi pasti lebih efektif karena firmanNya tidak mungkin gagal.

Bila umat Allah merespons dengan benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat-berkat Allah bersama dengan segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah. Apakah yang akan diperoleh saat menerima undangan keselamatan dari Allah? Tentu saja akan menikmati hidup yang penuh sukacita dan persekutuan yang intim dengan Tuhan. Akan menjadi berkat bagi banyak orang dan hidupnya memuliakan Tuhan. Hidupnya kembali harmonis serta berdamai dengan sesama manusia dan alam. Mumpung Tuhan tidak murka (Yesaya 54) mari kita sambut undangan keselamatan, itu berarti membuka diri terhadap anugerah Allah. Biarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita katakanlah “O Giatkan hatiku menghayati firmanMu (BE 25:2).



Beritakan Kabar Baik

              

              


Komentar